wrapper

Berita Terkini

الجمعة 14 شعبان 1440   |   Saturday 20 April 2019
Sunday, 13 September 2015 08:00

Rabbaniyah dalam 10 hari awal bulan Zulhijjah

Rate this item
(1 Vote)

Hari-hari hilal bulan Zulhijjah menemui kita. Hari-hari musim kebaikan kembali menghampiri kita. Bulan yang penuh berkah dan limpahan kebaikan berisikan keutamaaan kewajiban agama, iaitu kewajiban berhaji dengan manasik, perjalanan iman dan ibadah, makna pengorbanan, pengabdian, jihad dan mujahadah.

Sepanjang kehidupan, seorang Muslim penuh istimewa dengan pelbagai amal soleh, ibadah-ibadah yang dianjurkan, ketaatan sepanjang waktu, perjalanan menuju Allah azza wa jalla, tanpa ada kemalasan, keberatan, futur dan berhenti.

Ertinya kehidupan seorang Muslim hendaknya semuanya berupa ibadah, ketaatan, amal soleh yang membawa dekat dengan Allah azza wa jalla. Inilah jamuan Allah kita persembahkan pada hari-hari istimewa, 10 hari dalam Zulhijjah. Dari Muhammad bin Masalah al-Ansari r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya bagi Tuhan kalian pada hari-hari sepanjang tahun kalian ada nafahat (tiupan atau jamuan), maka mendekatlah kepadanya, boleh jadi tiupan itu akan mengenaimu, sehingga kalian tidak akan pernah celaka selamanya.” (HR At-Thabrani)

Mendekat pada tiupan kasih sayang Allah dengan memperbanyakkan doa dan meminta pada waktu-waktu utama tersebut, kerana waktu-waktu tersebut waktu yang mustajab, sebagaimana waktu tersebut menjadi kesempatan untuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla dengan pelbagai macam ibadah yang membawa seorang hamba meraih pahala dan kemuliaan taqarrub kepada-Nya.

 

Fadilat 10 hari dalam Zulhijjah

Banyak hadis yang menjelaskan fadilat sepuluh hari ini. Antaranya diriwayatkan dari imam Al-Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi dan lain-lainnya iaitu daripada Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Tidak ada amal soleh yang lebih dicintai Allah dibandingkan pada hari sepuluh ini. Para sahabat bertanya; “Termasuk jihad fi sabilillah? Rasul bersabda: “Termasuk jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar berperang dengan harta dan jiwanya dan tidak tersisa darinya sedikitpun (meninggal dunia).”

Dalam riwayat At-Thabrani:

“Tidak ada hari-hari yang lebih afdal di mana taqarrub kepada Allah dilaksanakan pada hari tersebut kecuali hari-hari yang sepuluh ini.”

Menurut riwayat Ad-Daarimi:

“Tidak ada amal yang lebih baik di sisi Allah azza wa jalla dan tidak juga lebih besar pahalanya dibandingkan sepuluh hari Idul Adha.”

Persepsi para sahabat bahwa jihad merupakan puncak ajaran Islam dan amal yang paling utama, sehingga mereka bertanya kepada Nabi s.a.w. tentang amal soleh pada hari-hari ini yang melebihi pahala dan darjat kewajiban jihad yang agung ini.

Maka Nabi s.a.w. menjelaskan bahwa jihad tidak mengalahkan amal soleh pada hari-hari ini kecuali hanya satu keadaan sahaja, iaitu seseorang yang berjihad dengan harta dan jiwanya, ia memperoleh syahadah dan hartanya habis, tidak tersisa sedikit pun darinya.

 

Keperluan kita terhadap Rabbaniyah

Umat Islam sekarang ini melewati hari-hari baru, matahari izzah dan kemuliaan umat kembali bersinar. Itu semua mewajibkan kita untuk menguatkan Rabbaniyah dan hubungan yang kuat dengan Allah azza wa jalla, sebagai usaha untuk meraih pertolongan dan dukungan daripada Allah azza wa jalla secara berkelanjutan.

Pada tahapan ini, kita semua memerlukan tambahan taqarrub kepada Allah, meminta pertolongan kepada-Nya, merendah diri di hadapan-Nya kerana Allah, Zat Pemberi Pertolongan. Kita menghadap kepada-Nya dengan sepenuh hati dan anggota tubuh kita.

Jika demikian, atas jalan ibadah kita ini sejatinya kita telah memperkuat qiyadah atau kepemimpinan manusia menuju Allah azza wa jalla, dengan terus meminta kekuatan dari-Nya. Qiyadah Rabbaniyah yang kita berusaha mewujudkannya dalam diri kita. Kita beribadah kepada Pencipta kita dengan Rabbaniyah. Allah berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 41:

 ‫الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُ الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ

“(Iaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, nescaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat maaruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”

 

Amalan-amalan dalam rangka menghidupkan Rabbaniyah dalam 10 hari Zulhijjah

Atas dasar tersebut, kami ketengahkan beberapa amal dan kegiatan yang hendaknya dilaksanakan pada hari-hari penuh berkah ini, mengajak orang lain melaksanakannya, sehingga cakupan ketaatan meluas dan manusia menghadap kepada Allah pada hari-hari penuh berkah ini. Dengan demikian, rahmat Allah akan turun kepada kita, kepada negeri dan rakyat kita:

Pertama: Mempersiapkan diri untuk menjemputnya. Menghadirkan niat baik untuk bersungguh-sungguh melaksanakan ketaatan pada waktu tersebut. Sebelum itu, hendaknya kembali mendekat kepada Allah dengan taubat nasuha dan mensucikan hati.

Kedua: Berusaha untuk Solat berjamaah tepat waktu di masjid pada hari-hari ini. Berusaha dengan semangat menemui takbiratul ihram imam artinya tidak terlambat takbiratul ihram imam, kemudian menjaga solat sunat qabliyah dan ba’diyah 12 rakaat.

Daripada Abu Hurairah r.a, daripada Nabi s.a.w:

“Tidaklah seorang muslim berangkat ke masjid untuk solat dan zikir, kecuali Allah akan merindukannya sebagaimana kerinduan orang yang lama tidak berjumpa kemudian ia kembali menemuinya.” (HR Ibnu Majah)

Ketiga: Menjaga solat nawafil harian, terutama solat Dhuha, Witir dan Qiyamullail. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman:

“Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya. Dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku sukai daripada menjalankan kewajibannya, dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan melakukan sunnat-sunnat, sehingga Ku sukai. Maka apabila Aku telah kasih padanya, Akulah yang menjadi pendengarannya dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Ku-kabulkan, dan jika berlindung kepada-Ku pasti Ku lindungi.” (HR Bukhari)

Keempat: Mengkhatamkan al-Qur’an dengan membacanya minimum satu kali pada 10 hari dalam Zulhijjah, artinya satu hari tiga juzuk.

Kelima: Berpuasa pada hari-hari tersebut (antara 1 hingga 9 Zulhijjah) sesuai kemampuan kita, minimum hari Isnin, Khamis dan hari Arafah. Siapa yang dikehendaki Allah berpuasa semuanya dengan sungguh-sungguh, maka pahalanya menjadi kewajiban bagi Allah atasnya, dan itu merupakan keutamaan dari Allah yang diberikan kepadanya.

Keenam: Berusaha untuk senantiasa berzikir dan berdoa pada hari-hari ini, terutama zikir pagi dan petang, berusaha berzikir dalam keadaan tertentu; doa khatam al-Qur’an, zzikir mutlak (minimum 1,000 kali sehari) seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan memperbanyak selawat atas Nabi s.a.w.

Ketujuh: Hendaknya setiap Muslim dan Muslimah yang tidak menunaikan haji menghadirkan kewajiban haji di hatinya, merasakan manasik haji dan syiar-syiar lainnya seakan-akan ia bersama mereka, merasakan makna pengorbanan, pengabdian dan ketaatan.

Kelapan: Bersemangat dalam berdoa pada hari-hari ini dengan memperhatikan waktu-waktu mustajab setelah solat, ketika sujud, ketika iftar dan sahur. Jangan lupakan berdoa untuk kemenangan dan kemajuan umat Islam keseluruhan, terutamanya saudara-saudara kita di Syria, Palestin, Myanmar dan negara-negara minoriti Muslim agar kezaliman diangkat daripada mereka dan dijauhkan daripada bencana.

Kesembilan: Infaq fi sabilillah, terutama sedekah rahsia kerana ia boleh memadamkan kemarahan Tuhan. Hendaknya setiap kita menyiapkan dana untuk dikeluarkan dalam rangka kebaikan.

Kesepuluh: Berusaha untuk beribadah di masjid, iaitu berdiam diri antara waktu fajar sampai matahari terbit, minimum dua kali pada hari-hari ini. Rasul bersabda:

“Sesiapa yang solat shubuh berjamaah kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit kemudian solat sebanyak dua rakaat, maka untuknya pahala sebagaimana pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR Tirmidzi)

Kesebelas: Menghidupkan sunnah berkorban, berazam untuk melaksanakannya kerana fadilat dan pahalanya yang besar. Rasulullah s.a.w. bersabda:‫

“Tidak ada amal yang dilakukan oleh anak Adam lebih disukai oleh Allah pada hari korban selain dari mengalirkan darah (menyembelih korban). Sesungguhnya korbannya itu pada hari Kiamat akan datang menyertai bani Adam dengan tanduk-tanduknya, bulunya dan kuku-kukunya. Dan darah korban tersebut akan menitis di suatu tempat (yang diredhai) Allah sebelum menitis ke bumi, maka relakanlah korban itu.” (HR Tirmidzi)

Kedua belas: Hendaknya seorang Muslim menganjurkan keluarganya, isteri dan anak-anaknya untuk menyambut jamuan Allah s.w.t ini, membantu mereka untuk melaksanakan kebaikan dan ketaatan pada hari-hari ini, sehingga Rabbaniyah hidup di rumah kita.

Dan hendaknya setiap Muslim berusaha melaksanakan taujihat dan pesan-pesan ini dalam lingkungannya bersama teman-temannya, dengan tetangganya dan menganjurkan mereka melaksanakannya kerana: “Siapa yang menunjukan kebaikan baginya pahala persis seperti orang yang melakukannya” sehingga manfaatnya meluas dan suasana ketaatan meliputi semua umat Islam. Dengan demikian kita telah menghidupkan makna Rabbaniyah pada diri kita, keluarga kita, masyarakat kita dan umat Islam.

“Ya Allah, kurniakanlah kepada kami keikhlasan dalam perkataan dan perbuatan, saat sendiri atau dalam keramaian. Kurniakanlah kepada kami perkataan baik dan benar saat redha atau ketika marah. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang menikmati jamuan-Mu pada hari-hari yang baik ini. Dan doa akhir kami bahawa segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Tulisan: Syeikh Muhammad Hamid Eliwah
Suntingan dari terjemahan: Ustaz Musyafa Rahim
Sumber: http://bit.ly/1XZ4rJr

Read 4469 times Last modified on Sunday, 13 September 2015 20:33

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Iklan Penaja

  

Pertubuhan IKRAM Malaysia

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) yang didaftarkan pada 22 Oktober 2009 adalah pertubuhan dakwah, tarbiah dan kebajikan yang prihatin terhadap urusan-urusan kehidupan masyarakat umum sejajar dengan ajaran dan cara hidup Islam. IKRAM berusaha untuk menegakkan syariat Islam di Malaysia sebagai rahmat kepada seluruh alam. .

 

Facebook

TV IKRAM

tv ikram

Hubungi Kami

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM)

No. 6, Jalan Dagang SB 4/1, Taman Sungai Besi Indah
43300 Seri Kembangan, Selangor Darul Ehsan, MALAYSIA

Tel: +603-8945 6999, +603-8945 3666
Fax : +603-8945 1772

E-mel

Umum: [email protected]
Pentadbiran: [email protected]
Keahlian: [email protected]
Kewangan: [email protected]

Our website is protected by DMC Firewall!